Chapter 5 Yes, You're My Sunshine

Kemarin malam, Aily sungguh dilanda penasaran. Gadis itu tak bisa memejamkan mata sama sekali. Gerakan tangan Chanyeol seolah menggelitik otaknya untuk tetap mengingat, mengingat, dan mengingat. Hingga pagi ini, rasa penasaran itu semakin memuncak.

Aily tengah berdiri di samping meja Chanyeol. Jangan lupakan. Keadaan kelas yang sepi dan gelap. Ya, ini lebih pagi daripada biasanya. Gadis itu sungguh nekat. Padahal jika di rumah, ia akan ketakutan untuk sekedar buang air kecil di kamar mandi yang sama sekali tidak jauh dari kamar tidurnya.

Kini ia mencari buku Chanyeol yang kemarin diberi tanda hati olehnya. Gadis itu membuka lagi karena ia yakin bahwa Chanyeol memang menuliskan sesuatu di sana. Dan ya, rasa penasarannya terjawab sudah.

Siapapun itu terimakasih...

Baiklah kalau kau menyebutku sebagai mataharimu, aku akan menyebutmu sebagai bulanku^^

Setuju?

Demi gedung sekolah yang masih berdiri tegak dengan lantai tiga yang menjulang tinggi beserta masa belajarnya yang masih kurang tiga tahun lagi, gadis itu memekik senang dengan teriakannya yang tertahan. Ia langsung terduduk di kursi Chanyeol dan melipat kedua tangan di atas meja lalu meletakkan kepalanya sementara kakinya berayun-ayun kegirangan.

Jika ada yang bilang cinta sendirian itu menyakitkan, maka gadis itu akan menyangkal mentah-mentah sekarang. Ia merasakan sendiri, nyatanya mencintai tanpa diketahui itu menyenangkan. Mengagumi dalam diam itu seolah memberi tantangan, tantangan untuk memperjuangkan hal yang menurut orang tidak memungkinkan.

Aily masih tersenyum. Bahkan, mata beningnya itu hampir menangis saking senangnya. Chanyeol benar-benar sosok yang manis. Ia tak pernah menyangka bahwa matahari-nya itu menyebutnya sebagai bulan.

Gadis itu tak bisa berpikir jernih untuk balasan apa yang harus ia tulis. Ia sibuk mengatur detak jantungnya. Ia sibuk mengingat bagaimana bibir itu tersenyum ketika menulis balasan untuknya.

Ia tetap menempelkan pipiㅡtapi kini berubah arahㅡsambil menatap bagaimana bentuk tulisan pemuda itu.

"Chanyeol-sunbae, mengapa semakin hari aku semakin mencintaimu? Sebenarnya aku takut," ucap gadis itu lantas duduk tegap. Ia menatap tulisan di buku itu seolah benda tersebut adalah Chanyeol. "Kau tidak akan menyengat, kan? Kau selalu hangat, kan?" kali ini tatapannya memelas. Entah mengapa setelah merasakan bahagia yang luar biasa, pikiran aneh mulai menghantui pikirannya.

Aily kini mengambil pulpen dan menulis sesuatu.

Setelah selesai, ia mengembalikan buku itu, lalu meletakkan kotak susu dan tak lupa menulis pesan di sana.

Gadis itu kini berdiri dengan raut wajah yang tidak pasti. Ia pergi.

Masih di pagi yang sama, Chanyeol lagi-lagi menjadi siswa kelas yang datang terpagi. Seperti ada sebuah sugesti, pemuda itu langsung membuka buku yang ada di laci lalu membukanya.

Aku bingung. Jika aku setuju menjadi bulanmu, aku takut karena kita tidak akan bisa bertemu. Jika aku tidak setuju, aku juga takut. Takut tidak bisa mendapat cahaya darimu.

Chanyeol terdiam seolah bisa merasakan kesedihan yang tertuang dalam tiap kata pada tulisan itu. Bagaimana bisa ia berpikiran sejauh ini?

Chanyeol kemudian mengambil susu kotak yang ada di laci. Ya, ia sangat tau bahwa gadis itu tak akan lupa meninggalkannya. Dan ya, Chanyeol memang selalu menanti terlebih setiap pesan-pesannya. Namun, kini pemuda itu terdiam lagi.

Matahariku, jika kau tau siapa aku, berjanjilah jangan memarahiku.

Demi apapun, baru kali ini Chanyeol merasa dekat dengan orang yang sama sekali tidak diketahuinya. Pemuda itu merasa sedih. Sebegitu berlebihankah dirinya?

Dengan perasaan yang samaㅡperasaan sedihㅡseperti Aily saat menulis pesan itu, Chanyeol membalasnya. Pesan di buku, sekaligus pada kotak susu.

🌞🌞

Setiap pagi sangat berbeda bagi Aily. Gadis itu selalu semangat berangkat seperti akan mendapat kupon berhadiah yang bisa ia tebak-tebak. Ya, apalagi kalau bukan balasan dari pemuda yang tak bisa keluar dari pikirannya.

Gadis itu sudah sampai di kelas Chanyeol, dan melakukan hal sebagaimana biasanya. Membaca balasan.

Baiklah, aku akan mencari sebutan lain yang tepat untukmu.

Kuharap kau bisa menunggunya^^

Aily terlihat baik-baik saja membaca itu. Maksudnya, bukannya ia tak bereaksi apa-apa. Ia tentu saja tersenyum, hanya saja tidak seberlebihan hari-hari sebelumnya.

Mengapa kau berpikir aku akan memarahimu? Apa aku terlihat segalak itu? Aku tidak akan marah. Aku rasa, tak ada salahnya aku menerima perasaanmu selama kau mau menemuiku secara langsung^^

Gadis itu mematung. Kakinya seperti melemas. Apa ia tak salah baca? Apa ia tidak gila? Mungkinkah Chanyeol mau menerima perasaannya jika ia menemuinya?

Selama ini, kegelapan adalah hal paling menakutkan baginya. Selama ini, menahan tangis di tempat umum adalah hal yang tersulit baginya. Akan tetapi, semua definisi itu sekarang tak akan berlaku lagi. Ini lebih menakutkan daripada kegelapan, lebih sulit daripada menahan tangisan.

Setelah terdiam beberapa menit, kini ia sudah mengambil keputusan dan menulis balasan di sanaㅡdengan senyum kecil yang terulas di bibirnya.

Aily akhirnya pergi.

Hingga tiba saatnya Chanyeol yang datang pertama kali dan membaca balasan dari gadis itu.

Kau tidak galak. Bahkan kau sangat baik. Karena kau adalah matahariku, aku takut kalau matahari itu menyengat sewaktu-waktu.

Aku akan mencoba menemuimu, tapi kumohon berjanjilah, setelah mengetahui siapa aku, kau jangan marah apalagi membenciku. Maafkan aku.

Mengapa ia meminta maaf hanya karena mempunyai perasaan padaku? Aku rasa ia sangat lugu. Apa mungkin gadis itu adalah...

Chanyeol terduduk di meja bangkunya mengamati tulisan itu. Gadis itu rupanya sangat takut dan khawatir jika Chanyeol akan memarahinya. Dan tidak tahu mengapa, pemuda itu berulang kali membacanya dan tanpa sadar sudut bibirnya terangkat. Entah ini lucu dari sisi mana, tapi ia merasa bahagia. Gadis itu pasti menggemaskan. Sepertinya ia memang mencintainya dengan tulus.

Kenapa kau lucu sekali? Jangan meminta maaf, kau punya hak untuk mengagumiku. Oke. Kalau begitu kita bertemu di depan ruang osis, besok sepulang sekolah.

Jangan takut, hanya ada aku di sana^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chanyeol x Sehun - We Young Lyrics

Chapter 4 My Star Garden; New Friend?

Imaginary Night (Chanyeol Imagine)