Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Chapter 5 Yes, You're My Sunshine

Kemarin malam, Aily sungguh dilanda penasaran. Gadis itu tak bisa memejamkan mata sama sekali. Gerakan tangan Chanyeol seolah menggelitik otaknya untuk tetap mengingat, mengingat, dan mengingat. Hingga pagi ini, rasa penasaran itu semakin memuncak. Aily tengah berdiri di samping meja Chanyeol. Jangan lupakan. Keadaan kelas yang sepi dan gelap. Ya, ini lebih pagi daripada biasanya. Gadis itu sungguh nekat. Padahal jika di rumah, ia akan ketakutan untuk sekedar buang air kecil di kamar mandi yang sama sekali tidak jauh dari kamar tidurnya. Kini ia mencari buku Chanyeol yang kemarin diberi tanda hati olehnya. Gadis itu membuka lagi karena ia yakin bahwa Chanyeol memang menuliskan sesuatu di sana. Dan ya, rasa penasarannya terjawab sudah. Siapapun itu terimakasih... Baiklah kalau kau menyebutku sebagai mataharimu, aku akan menyebutmu sebagai bulanku^^ Setuju? Demi gedung sekolah yang masih berdiri tegak dengan lantai tiga yang menjulang tinggi beserta masa belajarnya yang masih kurang tiga...

Chapter 4 Yes, You're My Sunshine

Gadis itu terengah-engah setelah sampai di kelasnya. Ia bersumpah. Sepanjang pelajaran olahraga pun ia tak pernah berkeringat sebanyak ini. Bayangkan saja, berlari ketakutan menaiki banyak tangga hingga sampai ke lantai tiga. Sungguh hal yang luar biasa. Ia terduduk di bangkunya dengan tangan berkeringat sekaligus bergetar. Pikirannya kosong, takut jika Chanyeol mengenalinya. Gadis itu bahkan teringat. Saat kecil dulu ia selalu penasaran bagaimana rasanya jatuh cinta. Namun, mengapa karena hal seperti ini ia merasa takut? Ia takut jika matahari yang dikagumi itu tidak menerima perasaannya, atau bahkan menolaknya mentah-mentah. Pasti itu akan terasa sakit, bukan? Meskipun Aily merasa ada hal aneh yang mengganjal dipikirannya, ia tak menceritakan kepada siapa pun. Hanya dirinya dan matahari yang tau perasaannya. Perasaan cintanya pada Park Chanyeol, matahari yang mungkin hangat baginya, tapi bisa saja menyengat sewaktu-waktu. 🌞🌞 Sepulang sekolah, Aily cepat-cepat menuruni tangga. I...

Chapter 3 Yes, You're My Sunshine

Kemarin malam, Aily sungguh dilanda penasaran. Gadis itu tak bisa memejamkan mata sama sekali. Gerakan tangan Chanyeol seolah menggelitik otaknya untuk tetap mengingat, mengingat, dan mengingat. Hingga pagi ini, rasa penasaran itu semakin memuncak. Aily tengah berdiri di samping meja Chanyeol. Jangan lupakan. Keadaan kelas yang sepi dan gelap. Ya, ini lebih pagi daripada biasanya. Gadis itu sungguh nekat. Padahal jika di rumah, ia akan ketakutan untuk sekedar buang air kecil di kamar mandi yang sama sekali tidak jauh dari kamar tidurnya. Kini ia mencari buku Chanyeol yang kemarin diberi tanda hati olehnya. Gadis itu membuka lagi karena ia yakin bahwa Chanyeol memang menuliskan sesuatu di sana. Dan ya, rasa penasarannya terjawab sudah. Siapapun itu terimakasih... Baiklah kalau kau menyebutku sebagai mataharimu, aku akan menyebutmu sebagai bulanku^^ Setuju? Demi gedung sekolah yang masih berdiri tegak dengan lantai tiga yang menjulang tinggi beserta masa belajarnya yang masih kurang tiga...

Chapter 2 Yes, You're My Sunshine

Sudah siang. Kini seorang gadis manis sedang tersenyum di lapangan belakang sekolah. Ia melihat dengan mata yang berbinar ke arah sesuatu yang menurutnya sangat cerah. Matahari. Semua peserta berhamburan di lapangan. Masih saling bergurau dan sebagian ada yang berlarian mencari tanda tangan. Ya, itu bagi mereka yang tidak memenuhi tanggung jawab pada hari sebelumnya sehingga di hari pengumpulan pun mereka harus kerepotan. Chanyeol sedang berdiri di sana. Ia terlihat berbicara dengan anggota osis lain. Wajahnya tampak serius karena memang ia lah penanggung jawab kegiatan ini. Pemuda itu tampak panik sambil mengusap wajahnya beberapa kali. Ia juga sesekali berlari ke sana ke mari untuk menyiapkan sesuatu. Aily masih terpaku pada pemandangan itu dan mengikuti kemana arahnya pergi. Baginya, saat ini sangat sempurna. Ya, ada matahari disinari matahari, itu yang dipikirnya sekarang. Chanyeol terlihat tampan. Wajahnya tampak berkilat-kilat terkena sinar matahari. Gadis itu bahkan heran. Dalam...

Chapter 1 Yes, You're My Sunshine

Chanyeol dikenal sebagai siswa populer yang ada di sekolahnya. Jika siswa lainnya populer karena ketampanan, kepintaran, atau kekayaan saja, Chanyeol mempunyai ketiganya. Tidak, bahkan pemuda itu adalah sosok yang diseganiã…¡karena kepribadiannya yang baikã…¡oleh siswa siswi lain di sekolahnya. Banyak guru yang menyebutnya sebagai siswa rajin dan teladan. Karena keunggulannya itulah, singkat kata Chanyeol di angkat sebagai ketua osis. Aily adalah gadis yang baru saja memasuki sekolah barunya. Ia pendiam, mudah merasakan kesedihan begitu juga kebahagiaan. Ia akan menangis jika ada hal kecil yang menyinggung perasaan ataupun ada seseorang yang membentaknya, tapi ia juga akan tersenyum jika ada hal kecil yang datang menghampirinya. Sebut saja matahari, rembulan, bintang, bahkan embun di pucuk dedaunan pun, gadis itu akan merasa sangat bahagia hanya dengan melihatnya. Ya, sangat bahagia. Gadis itu akan mengamatinya lama-lama sambil tersenyum. Namun, diantara semua yang membuatnya bahagia, ma...

Prolog Yes, You're My Sunshine

Title: Yes, You're My Sunshine Genre: Fanfiction Chaptered, School Life, Fluff, Romance Cast: Park Chanyeol, Aily (OC), Hyera (OC) Rating: PG-16 (maybe) Semua berasal dari khayalanku semata, apabila ada kesamaan scene berarti terinspirasi. Find me on Wattpad @xocheesexo Happy reading^^ 🌞🌞 Aily sesekali menggosokkan kedua tangan. Tangannya berkeringat. Padahal, ia ingin sekali melakukan hal ini. Ia menulis sesuatu di kertas post it warna kuning, lalu ia tempel pada sisi kanan kotak susu rasa pisang yang dibelinya sepulang sekolah. Pagi ini ia datang lebih awal untuk meletakkan satu kotak susu itu ke dalam laci milik seorang Park Chanyeol, seseorang yang merupakan senior kelasnyaã…¡Chanyeol tingkat tiga, sementara Aily tingkat satuã…¡ dan seseorang yang dianggap matahari oleh gadis itu. Semoga harimu menyenangkan, matahariku❤ Gadis itu tersenyum manis dengan kedua matanya yang menyipit saat memerhatikan tulisannya sendiri. Sebelum ia benar-benar meletakkan kotak susu ...